Pena Hijau

Sabtu, 18 April 2009

Melirik lingkungan kita.

Lingkungan turut memberikan pengaruh bagi kehidupan manusia. Kondisi alam dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya adalah saham mahal yang mendukung perjalanan kehidupan manusia. Manusia dan lingkungan sekitarnya bisa diumpamakan sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Manusia dengan kemampuannya memanfaatkan alam untuk kesejahteraan hidupnya. Alam pun memiliki kandungan potensi yang bisa digunakan untuk kelangsungan hidup manusia.

Pemberdayaan alam untuk kepentingan manusia sudah merupakan ketetapan Allah SwT. Manusia kapan dan dimana saja bisa memanfaatkannya. Pemanfaatan ini juga merupakan tantangan manusia untuk menggunakan kemampuan akalnya.

Walaupun pengelolaan alam menjadi kekuasaan manusia,tetapi ada batas yang tidak boleh dilanggar. Batas ini bertujuan agar alam tidak mandul sebagai kekayaan yang melimpah. Alam juga memiliki waktu pemberdayaan. Apabila segelintir manusia menjadikan alam sebagai komoditas yang tidak pernah diperhatikan ekologisnya

maka alam menjadi tidak bersahabat lagi dan cenderung merugikan manusia itu sendiri. Konsekuensinya adalah alam menjadi pembunuh berdarah dingin dan korbannya adalah anak cucu kita.

Kerusakan alam akibat kerakusan manusia tidak hanya merusak tatanan alam keseluruhan, tetapi juga berdampak pada manusia itu sendiri.

Oleh karena itu mewaspadai lingkungan agar tetap fresh adalah tugas kita semua.

Kerusakan lingkungan bisa didefinisikan sebagai terganggunya keseimbangan alam akibat campur tangan manusia yang berlebihan. Fenomena kerusakan alam dan lingkungan hari ini patut mendapat perhatian serius dari semua kalangan. Meskipun berdalih bahwa kita bukanlah penyebab kerusakan lingkungan, tetapi secara nyata kita telah menyumbang kelanjutan kerusakan lingkungan apabila kita tidak menseriusi hal ini. Penyebab kerusakan lingkungan ini adalah eksploitasi belebihan tanpa diikuti usaha pembaharuan dan peremajaan alam. Kerusakan lingkungan ini secara tidak sadar memberikan dampak negatif buat kesehatan manusia.

Kerusakan lingkungan lebih banyak disebabkan oleh faktor industri dan manusia itu sendiri. Limbah dari industri mengakibatkan pencemaran dan merusak komunitas organisme dan non-organisme yang berada dalam alam. Menjamurnya industri-industri di Indonesia selain membuka lapangan kerja, juga membuka lapangan penyakit bagi sebagian orang. Sikap manusia yang membuang sampah serampangan semakin menambah kerusakan lingkungan. Tempat sampah memang telah banyak diletakkan di ruang umum, tetapi manusia sering malas berjalan hanya untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Mereka acuh dan tak mau ambil pusing dengan sampah yang mereka buang sembarangan, padahal boleh jadi sampah itulah yang akan membunuh anak cucunya 10 tahun mendatang. Sungai-sungai yang dipenuhi sampah saat musim hujan menjadi momok menakutkan karena mengakibatkan banjir. Bila banjir melanda, maka akses penyakit ke masyarakat semakin terbuka. Korban pun berjatuhan dan mengakibatkan kerugian ratusan juta.

Belum lagi pemandangan asap-asap rokok berkeliaran di udara yang kita hirup. Banyaknya jumlah perokok di Negara kita memang kerugian tersendiri. Mereka yang disebut perokok aktif selain membuka peluang penyakit bagi diri sendiri, juga membuka peluang orang lain menjadi ikut-ikutan sakit. Orang yang tidak merokok, tetapi dalam jangka waktu lama menghirup asap rokok berpeluang besar mengidap penyakit sama dengan perokok. Perlu diketahui asap rokok mengandung Karbon monoksida (CO) dan Karbon dioksida (CO2 ). Kedua bahan ini sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena dapat mengakibatkan beberapa penyakit, seperti sesak nafas, sakit kepala, otot lemah dan iritasi pada hidung dan tenggorokan. Selain itu asap rokok menyebabkan polusi dan akan dihirup oleh semua usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Tidak kalah pentingnya yang harus diperhatikan adalah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri. Dalam milis Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dituliskan bahwa beberapa industri yang memberikan dampak limbah antara lain adalah : Limbah industri pangan, Limbah industri Kimia dan bahan bangunan, Limbah Industri sandang kulit & Aneka dan Limbah industri logam & elektronika. Untuk ukuran Sulawesi Selatan, maka Industri/usaha kecil pangan memiliki jumlah relatif besar, contohnya tahu, tempe, tapioka dan pengolahan ikan. Air buangan (fluen) limbah industri pangan ketika di buang ke perairan akan menganggu seluruh keseimbangan ekologiknya dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya. Selain itu limbah ini juga menimbulkan bau menyengat menimbulkan polusi udara dan polusi air. Begitu pula industri kimia yang menghasilkan limbah padat berupa onggokan hasil perasan dan endapan CaSO4. Limbah ini tergolong bahan beracun berbahaya (B3) yang mencemari udara dan air. Ada juga bahaya dari bahan pencemar hasil industri besi-baja dan logam yaitu debu, kebisingan dan asap.

bagaimana tanggapan anda?bukankah lingkungan kita mengalami kehancuran perlahan2?apa yang anda harus lakukan?

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]



<< Beranda